Ketika seseorang memutuskan mengajukan pinjaman dengan agunan, bisa orang tersebut sedang membutuhkan dana tambahan untuk suatu hal penting. Adapun alasan pengajuan, pastinya sudah dipikirkan secara matang, mengapa memutuskan memilih jenis agunan. Menjadi unsur jaminan kredit, digunakan bank agar mendapatkan keyakinan atas kemampuan nasabah dalam pengembalian pinjaman hutang. lantas apa saja jenis dan persyaratanya?
Apa itu Pinjaman dengan Agunan?
Pinjaman dengan agunan, menjadi satu-satunya pinjaman berjaminan, memiliki fasilitas kredit mensyaratkan aset untuk jaminan pinjaman. Adapun wujud aset bisa berupa rumah, mobil, tanah, logam mulia, maupun aset tidak berwujud deposito dan surat berharga. Meski lebih mudah dari pinjaman bank lain, namun jika Jika gagal melunasi pinjaman, pihak peminjam berhak menyita aset yang digali sebagai bentuk pelunasan. Itulah sebabnya penting bagi memastikan kemampuan finansial, sebelum memutuskan mengajukan pinjaman agunan.
Berbeda dari pinjaman tanpa agunan (KTA), pinjaman agunan memberi keamanan bagi bank, sebab memakai jaminan fisik maupun finansial. Otomatis proses persetujuan jauh lebih mudah, bahkan untuk plafon pinjamannya jauh lebih tinggi. Bukan sekedar pinjaman bisa, berdedikasi membantu dan memudahkan nasabah, karena menyesuaikan dengan pendapatan dan kesanggupan membayar setiap bulannya. Jadi tunggu apa lagi, segera ajukan sekarang juga.
Jenis-Jenis Agunan
Sebelum memutuskan mengajukan pinjaman agunan, sebaiknya cari apa saja jenis agunan dalam transaksi kredit. Setiap per jenis mempunyai perbedaan tersendiri, berikut penjelasannya.
Agunan Aset Tetap: untuk jaminan, biasanya berupa aset tetap yang masuk dalam kategori agunan berwujud dan tidak bergerak. Adapun jenis agunan tidak berpindah atau berpindah, seperti tanah, properti, emas, maupun surat kontrak.
Agunan Kendaraan: Jenis kedua adalah agunan kendaraan. Merupakan jenis berwujud bergerak, adapun jaminan berupa barang berharga yang berpindah secara fisik, entah dalam bentuk kendaraan bermotor, STNK, BPKB, maupun faktur pembelian.
Agunan Non Fisik: Jenis ketiga ini, merupakan pinjaman yang memakai jaminan surat berharga, ataupun deposito sebagai agunan pinjaman. Selain itu, obligasi dan hak kekayaan intelektual termasuk kategori non fisik.
Persyaratan dan Proses Penilaian
Secara umum, pinjaman dengan agunan memiliki persyaratan berupa penyerahan jaminan dari pihak peminjam ke pihak pemberi pinjaman uang. Untuk syarat dan prosesnya, didasarkan beberapa aspek, seperti:
- Jenis dan Jaminan
Bank perlu mengetahui dengan jelas soal jaminan kredit yang diajukan, apakah barang bergerak ataupun sejenisnya. Karena setiap objek jaminan punya nilai ekonomi berbeda. Adapun nilai berupa barang mentah, ataupun ekonomi borgtocht (jaminan orang), sehingga memiliki perbedaan dari nilai ekonomi tanah.
- Kondisi Jaminan
Persyaratan kedua, berkaitan dengan keadaan fisik barang. Berwujud persyaratan teknis, sekaligus kelengkapan yang berkaitan dengan kesempurnaan barang. Jaminan berpengaruh besar pada besar kecilnya nilai pinjaman. Jika jaminan berupa sebidang tanah, otomatis harga yang diajukan lebih tinggi. Sedangkan untuk nilai bangunan baru, lebih tinggi dari bangunan bekas pakai. Bank juga perlu kejelasan terkait kondisi objek jaminan kredit. Baik pada kemudahan pemeliharaan, perawatan, maupun beban biayanya.
- Kemudahan Pengalihan Kepemilikan
Kepemilikan jaminan kredit bisa dialihkan, maupun dipindahtangankan secara mudah ke pihak lain yang punya nilai ekonomi relatif baik. Salah satunya tanah bersertifikat, yang memiliki peruntukan jalur hijau.
- Tingkat Harga Jelas & Prospek Pemasaran
Objek jaminan kredit, memiliki harga jelas. Namun, untuk nilai ekonomi ditentukan dari sejauh mana kestabilan harga barang dan prospeknya. Jangan lupa perkembangan harga saat ini dan waktu yang akan datang. Secara umum, tingkat nominal mengacu pada harga pasar berlaku, khususnya di tempat objek jaminan utang nasabah bersangkutan.
- Penggunaan Objek Jaminan
Persyaratan terakhir, ada pada penilaian objek lain agunan. Syarat ini jadi pertimbangan penggunaan, sekaligus pemanfaatan jaminan kredit berkaitan dengan nilai ekonomi dan tingkat harga. Contohnya, jika ada sebidang tanah SHM berlokasi di lereng bukit, tentu saja kurang tepat di bangun rumah tinggal. Otomatis nilai ekonominya jauh lebih rendah, sebab sulitnya manfaat dan akses.
Zaman sekarang, mencari pinjaman dana instan jadi solusi tepat untuk memenuhi kebutuhan bisnis, maupun kebutuhan pribadi mendadak. Asalkan memiliki jaminan tepat, pengajuan jauh lebih mudah, pastinya lebih menguntungkan dari pinjam rentenir dan pinjol. Bukan sekedar platform utang biasa, sebab pinjaman dengan agunan beri kemudahan, sekaligus menyesuaikan seberapa besar kemampuan setiap nasabahnya.
